Sate Kamari

Daging kambing datang tidak sendiri. Ia diantar Kamari, penjual sate. Tapi mama tidak doyan, prengus. Jadi, kami cuma beli 5 tusuk, bersama 20 tusuk sate ayam. Kalau makan di luar rumah, segala yang kambing juga diabaikan. Di etalase gerobak, potongan daging tertusuk tampil bertumpuk. Sate kambing ditusuk bambu yang lebih pipih, warnanya merah, sering dilekati gumpalan putih. Kata mama, itu gajih, lemak. SateContinue reading “Sate Kamari”