Rojolele

Soal beras, mama selalu bilang ‘Rojolele tuh paling enak, pulen, dan wangi’. Setiap satu karung habis, datang satu karung lagi. Tidak selalu beras itu sih, karena harganya mahal, kami juga makan beras Pandan Wangi. Tapi, semakin saya besar, semakin jarang Rojolele hadir di rumah, beli beras pun jadi diketeng. Kami beli per-liter di warung pakContinue reading “Rojolele”

Johari

Johari biasanya ada di antara Kebalen VII dan Pecandran, sekitar pintu kuburan. Yang saya ingat, sebenarnya gak langsung ke dia, tapi karena dipakai jadi bahan cemooh, misalnya “iiiiih…. rika pacarnya Johari” atau “…. iiih ntar dikejar-kejar Johari”. Saat saya tanya ke Jusni, apa pernah punya pengalaman menyeramkan karena tinggal di samping kuburan, dia malah bilangContinue reading “Johari”

‘Apartemen’

Salah satu penyesalan saya terbesar adalah tidak banyak menjelajah Pecandran dan Puspa. Kalau gang Solihin, apalagi gang Limo sering saya lewati. Keempat kampung ini, ditambah Rawa Pule, sudah hilang. Di Pecandran, katanya, alasan penggusuran untuk bikin apartemen (ciyeeeee). Sering banget alasan ini dipakai perencana kota: untuk mengatasi kebutuhan perumahan. Meski pada kasus Pecandran, gak tahuContinue reading “‘Apartemen’”

Akamsi Senopati

Anak Kampung SekItar Senopati Di sekitar jalan Senopati yang nge-hits, ada banyak perkampungan. Sebagian sudah hilang diganti apartemen dan rumah-rumah super gedongan. Sebut Tulodong, Gang Nipah, Gang Limo, Pecandran, Gang Puspa, Gang Solihin, dan Rawa Pule. Yang kini masih eksis antara lain adalah Poncol, Rengas, Kebalen 1 – 7. Tapi, yang disebut ‘sekitar’ ini bisaContinue reading “Akamsi Senopati”