Pecel Sayur

Minggu lalu, Nurfa Dilla posting sepiring pecel di Instagram. Pecel itu berumah di tepi lapangan Blok-S, tepat sebelah mushalla. Dia terlihat ‘endes’, juga bikin ingat warteg langganan di jalan Senayan, tepat di belakang SDN Rawa Barat. Andalan warteg itu: pecel sayur, peyek udang, dan bakwan jagung. Dulu, pas jam makan siang, warteg itu selalu dikerumuniContinue reading “Pecel Sayur”

Sate Kamari

Daging kambing datang tidak sendiri. Ia diantar Kamari, penjual sate. Tapi mama tidak doyan, prengus. Jadi, kami cuma beli 5 tusuk, bersama 20 tusuk sate ayam. Kalau makan di luar rumah, segala yang kambing juga diabaikan. Di etalase gerobak, potongan daging tertusuk tampil bertumpuk. Sate kambing ditusuk bambu yang lebih pipih, warnanya merah, sering dilekati gumpalan putih. Kata mama, itu gajih, lemak. SateContinue reading “Sate Kamari”

Ikan-ikan di Kali Krukut

Sejak SMP, Doni rutin memancing di hari minggu. Rutinitas dimulai dengan mengorek-ngorek gundukan sampah di Rengas. Saya sendiri tidak ingat pasti dimana lokasi ini, mungkin di dekat pasar? Doni sudah tak hirau pada sengatan bau sampah. Cacing-cacing terbaik untuk umpan ada di sana, ”segar-segar” katanya. Orang pertama yang mengenalkan dunia tarik-ulur kail pancing adalah mamang-nya.Continue reading “Ikan-ikan di Kali Krukut”