Kendi & Gentong di Pecandran

Jusni menempelkan sebilah pisau di tangan saya. Seperti janjinya, pisau itu dingin. “Bener kan?”. Saya melirik pada kendi di meja kayu. Wujudnya jauh lebih serius dari kendi seremoni. Badannya cembung, corotnya panjang, dan berlubang nyaris sekecil pensil. Kendi, tentu saya tahu, dari TV, buku, dan museum. Perkakas mama kebanyakan dari plastik. Gentong, tak terkecuali, warnaContinue reading “Kendi & Gentong di Pecandran”

Senopati VS Bintaro

Ada dua alasan Vierdellana hijrah ke Bintaro. Pertama, jaringan sosial. “Teman-teman di Kebalen kebanyakan dari jaman sekolah. Sekarang ini, mereka sedang kuliah, aku gak tahu mau bikin apa sama mereka”. Sebaliknya, di tempat bermukim baru, lebih banyak orang yang nyambung dengan fase hidup saat ini, “di Bintaro, aku banyak ketemu orang-orang se-profesi dan itu bisaContinue reading “Senopati VS Bintaro”

Engkong Ridwan

“Jadi emang kagak ada nganggurnya dah” cerita engkong Ridwan tentang sebagian besar hidupnya. Tiga pekerjaannya: keliling jualan tape dan singkong rebus, mencari rumput buat makanan ternak, dan mengumpulkan puing-puing untuk meninggikan lantai rumah. Hari ini, 2 Agustus 2020, ia meninggal dunia. Seminggu belakangan ini, benak saya didatangi engkong Ridwan. Mungkin itu firasat. Di bayangan saya,Continue reading “Engkong Ridwan”