Bidan Wati

Di rumah kami, karena profesi mama, banyak perkakas medis menjelma jadi perabot rumah tangga. Etalase obat untuk menyimpan barang pecah belah, bekas bed melahirkan untuk meja dapur, gunting-gunting bengkok untuk memotong segala, dari kertas, tali rafia, sampai bungkus mie instan. Perkakas dalam foto adalah meja obat yang jadi tempat kosmetik, biasanya diletakkan di bawah cermin.Continue reading “Bidan Wati”

Hotel Jusenny

Akhirnya saya tahu kenapa Hotel Jusenny menanam Palem ini. Sungguh, sejak kecil, sering heran, karena sepanjang jalan ini, cuma dia yang punya pohon model begini. Buat apa? Teduhnya, nggak maksimal. Buahnya, nggak jelas. Bersebelahan dengan jalan masuk Kebalen V, hotel ini termasuk andalan. Kalau banjir, jadi tempat mengungsi warga yang mampu bayar tarif menginap. WaktuContinue reading “Hotel Jusenny”

‘Menjadi Korea’

Mu Gung Hwa (MGH) berdiri sekitar 1990-an, menggantikan toko pakaian yang sepi. Produk yang dijual berbeda dari kebanyakan supermarket. Beberapa kali berkunjung, saya- yang waktu itu berusia sekitar 10 tahun- lebih sering lihat-lihat saja, sampai, akhirnya, membeli roti tawar. Saya lalu tak datang lagi. Terlalu asing. Kemudian Mama bilang MGH adalah toko makanan untuk orangContinue reading “‘Menjadi Korea’”