Metromini

Seorang teman berteriak panik. Dia bilang saya hampir ditabrak Metromini. Waktu itu kami masih SMP, kejadiannya di perempatan gereja Santa, jalan Wolter Monginsidi. Si sopir sepertinya kesal karena sebelum turun sempat saya bentak. Ia lalu beri gertak dengan maju nge-gas di belakang saya. Tapi, siapa yang punya kenangan manis dengan Metromini? Saya sih nggak. MulaiContinue reading “Metromini”

Ketoprak Pak Amat

Minggu pagi, mendengar ketoprak pak Amat adalah tanda rekreasi: suara piring diketok-ketok sendok. Saya se-keluarga yang mulai jenuh di depan TV akan berhamburan dan berteriak “pak Amaaaaat”. Mama bilang kalau orang Betawi ini sebenarnya jualan setiap pagi, hanya saja saya sedang ada di sekolah. Ia rutin mendorong gerobak dari Poncol sampai jalan Kertanegara. Beberapa tahunContinue reading “Ketoprak Pak Amat”

Toko Buku Bahagia

Setidaknya sekali dalam caturwulan, orang akan datang ke Toko Buku Bahagia. Pertama untuk buku pelajaran sekolah, lalu alat tulis dan bahan prakarya, kemudian souvenir buat kado ulang tahun. Bagi generasi 1980 sampai 90’an, apapun yang berhubungan dengan sekolah, toko ini jawabannya. Termasuk untuk yang dadakan, misalnya kehilangan buku cetak ketika harus bikin PR. Toko bukuContinue reading “Toko Buku Bahagia”

Pasar Rengas & Pasar Santa

Ada dua pasar yang dekat dengan saya: pasar Rengas dan pasar Santa. Belanja ke pasar Rengas harus pagi, paling telat jam 10. Dia jual yang segar-segar: sayur, buah-buah, rempah-rempah, ikan dan daging. Ada juga kue-kue, mainan anak, pakaian, dan peralatan masak. Pasar Santa punya komoditas yang sama. Bedanya, harga lebih mahal sebab dia sedia stokContinue reading “Pasar Rengas & Pasar Santa”