Cari Duit ala Bocah

Kala Gang Puspa masih eksis, Malik punya banyak aksi. Antaranya, menyewakan payung. Kalau hujan sore-sore, ia pergi ke gedung LIPI. Targetnya, pegawai yang berjalan ke halte Telkomsel atau yang akan naik jembatan penyeberangan. Tarifnya, tak pernah dipatok, tapi yang pelit memberi 50 perak, sementara tertinggi 500 rupiah. Penghasilan Malik dan teman-teman selalu melebihi 10 ribuContinue reading “Cari Duit ala Bocah”

Koran

Belakangan saya membaca Kompas lagi, setelah melupakannya bertahun-tahun. Di dekade 2010, saya merasa hampir seluruh isinya membosankan. Tapi, kini, dia kembali menggelitik dan kaya perspektif. Kemarin, misalnya, saat menyinggung hukuman mati terhadap ucapan dan tindakan yang berpotensi menjatuhkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Peraturan itu, tentu saja, dibuat untuk melanggengkan kepentingan penjajah. Saya pikir ini bahanContinue reading “Koran”

Perpustakaan

Tahun 2003, setelah pergi dari kampus teknik, saya mengunjungi perpustakaan setiap hari. Ada tiga yang utama, kebetulan mereka berdekatan, jadi hemat ongkos. Paling dekat, perpustakaan Erasmus Huis, bisa dicapai dengan Kopaja 620 (jurusan Blok M – Pasar Rumput). Lalu, Perpustakaan Umum Daerah di gedung Nyi Ageng Serang, juga dengan bus yang sama. Sedikit lebih jauh,Continue reading “Perpustakaan”