Studio Foto

Kala yang digital masih jauh di mata, kami selalu sedia rol film, meski cuma satu dua-strip. Dengan kamera analog, pengguna amatir mesti pandai menghemat. Hal-hal yang dipotret, meski spontan, tak bisa sembarang atau berulang kali dilakukan. Masa ini juga ditandai dengan banyak studio foto. Untuk cetak dari kamera, kami biasa ke sebelah Supermarket Santa, atau yang di sebelah Salon Maxi. Untuk bikin pasfoto, kami mengandalkan studio Muda-Mudi di depan Pasar Santa. Entah karena pindah atau bangkrut, studio-studio ini sudah lama menghilang. Demikian, hasil kerja mereka sukses jadi kendaraan melintas waktu.

Foto : Maya Agustina, Near-Place
Informasi : Supena Dibya, Madhair
Teks dan dekorasi : Rika Febriyani

http://www.akamsisenopati.com

3 thoughts on “Studio Foto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: