Pohon Belimbing

Selain karena ada anjing, rumah saya terbilang tenar oleh dua hal. Pertama, pohon Belimbing. Kedua, anak perempuan yang bikin kasmaran. Kepada anjing, orang senang sekali membuatnya menggonggong dengan menimpuk pagar. Kalau pohon Belimbing, jelas buahnya, sering jadi sasaran tembak ketapel. Dan anak perempuan itu, dikirimi surat cinta sejak berumur 11 tahun. Tiada hari berlalu tanpa suara gaduh.

Kesenangan saya dan adik-adik adalah memanjat pohon Belimbing. Banyak bocah seumuran juga suka Belimbing. Kalau kami tidak di pohon, mereka akan berusaha mencurinya. Kami punya tiga musuh bebuyutan, si sulung dan adik kembarnya. Sekali-dua kali saya memetikkan belimbing yang diminta. Niatnya, memberi mereka contoh sikap yang lebih baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mereka malah minta lebih banyak dan menyuruh ini-itu. Adu ledek sampai lempar-lempar’an batu pun jadi tak terhindarkan.

Suatu hari mama memutuskan menebang pohon Belimbing. Ada perasaan muncul yang waktu itu belum saya mengerti: kehilangan. Interaksi dengan anak-anak sebaya, termasuk tiga musuh bebuyutan juga berlalu. Bertahun kemudian, saya tahu kalau hidup si Sulung terjerat candu. Berkali direhabilitasi, hatinya tidak berubah. Ia tewas karena over dosis. Adiknya, salah satu dari si kembar berbisnis air minum isi ulang. Kalau bertemu muka kami suka bertegur sapa. Tiada sisa muak dari masa kecil dulu, tapi tak juga kami menjadi teman.   

Lingkungan Kebalen pernah diberkahi enam pohon buah. Tiga Jambu Air, masing-masing tumbuh di rumah engkong Ridwan, opung-nya si Joan, dan pak Haji. Kalau panen, setiap tetangga kebagian satu baskom. Ketiganya kini sudah tiada, begitu juga dengan pohon Jambunya. Lalu, ada pohon Belimbing Sayur di rumah si uni, yang kurang digemari kecuali untuk dimasak. Sungguh sayang kalau diingat, buahnya sering berjatuhan dan keinjak-injak. Yang kini tinggal adalah pohon Mangga. Satu di rumah engkong Ridwan. Dan, satu lagi, puji syukur, setelah selang belasan tahun, mama memutuskan menanam Mangga di tempat pohon Belimbing dulu. Sepeninggal mama, pohon itu dirawat keluarga adik saya.***

Ada pohon apa di sekitarmu? Dan di masa kecilmu?

#akamsisenopati

Gambar dan Teks oleh Rika Febriyani

Saya, tiga musuh bebuyutan, dan pohon belimbing, di depan rumah saya. (gambar oleh Rika Febriyani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: